KENALI LAYANAN DAMKARMATAN KUKAR!
Bukan Hanya Memadamkan Api, Kami Hadir untuk Membantu
Bara & Fira — Sahabat Edukasi Damkarmatan Kukar
Hai, Sahabat! 👋 Kembali lagi bersama kami, Bara dan Fira! Selama ini, mungkin Sahabat lebih sering mengenal petugas pemadam kebakaran ketika melihat mobil pemadam melaju menuju lokasi kebakaran. Padahal, tugas Damkarmatan Kukar tidak hanya berkaitan dengan api. Dalam berbagai keadaan darurat, masyarakat juga dapat membutuhkan bantuan penyelamatan, evakuasi, penanganan kondisi berbahaya, hingga edukasi pencegahan kebakaran.
Melalui artikel ini, kami ingin mengajak Sahabat mengenal enam kelompok layanan yang diperkenalkan dalam materi edukasi Damkarmatan Kukar. Penjelasan berikut menguraikan gambaran umum setiap layanan. Bentuk penanganan di lapangan tetap menyesuaikan jenis kejadian, tingkat bahaya, kemampuan personel, peralatan yang tersedia, serta koordinasi dengan instansi terkait.
1. Pemadaman kebakaran
Pemadaman kebakaran merupakan salah satu layanan yang paling dikenal masyarakat. Penanganannya dapat mencakup kebakaran bangunan dan permukiman, kendaraan, maupun objek lainnya. Namun, pekerjaan petugas bukan sekadar menyemprotkan air ke arah api. Sebelum dan selama operasi, petugas perlu memperhatikan kondisi lokasi, sumber dan arah penyebaran api, potensi bahaya listrik atau bahan mudah terbakar, akses menuju titik kejadian, serta keselamatan warga dan personel.
Pada kebakaran rumah atau bangunan, petugas berupaya mengendalikan dan memadamkan api sekaligus mencegah penjalaran ke bagian bangunan lain atau rumah di sekitarnya. Di kawasan permukiman padat, akses yang sempit, jarak antarrumah, material bangunan, dan ketersediaan sumber air dapat menjadi tantangan. Karena itu, warga perlu segera menjauh dari area berbahaya, tidak menghalangi jalur kendaraan pemadam, dan mengikuti arahan petugas.
Pada kebakaran kendaraan atau objek lainnya, pendekatan penanganan disesuaikan dengan kondisi objek dan potensi bahayanya. Misalnya, petugas perlu memperhitungkan kemungkinan bahan bakar, tabung bertekanan, instalasi listrik, atau material lain yang dapat menimbulkan risiko tambahan. Masyarakat sebaiknya tidak mendekat untuk merekam dari jarak berbahaya dan tidak mencoba memindahkan objek yang sedang terbakar.
Fira: “Jika melihat kebakaran, segera menjauh ke tempat aman dan laporkan lokasi dengan jelas. Jangan mengambil risiko untuk menyelamatkan barang, dan jangan kembali ke bangunan yang sudah terbakar.”
2. Penyelamatan dan evakuasi
Selain memadamkan api, Damkarmatan juga memiliki peran dalam upaya penyelamatan dan evakuasi pada keadaan darurat. Penyelamatan berkaitan dengan membantu orang yang terjebak, kesulitan keluar, atau berada dalam kondisi yang mengancam keselamatannya. Sementara itu, evakuasi merupakan proses mengarahkan atau memindahkan orang dari area berbahaya menuju tempat yang lebih aman.
Contohnya dapat terjadi ketika penghuni terjebak di dalam bangunan saat kebakaran, seseorang terhalang untuk keluar dari lokasi kejadian, atau warga perlu dipindahkan karena area tempat tinggalnya terancam. Dalam situasi seperti ini, petugas perlu menilai kondisi lingkungan, jalur akses, sumber bahaya, kondisi korban, serta peralatan yang diperlukan. Penyelamatan tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa apabila tindakan tersebut justru dapat membahayakan korban maupun penolong.
Saat evakuasi berlangsung, masyarakat perlu mengikuti arahan petugas, menggunakan jalur yang ditentukan, membantu anggota keluarga yang membutuhkan dukungan, dan menuju titik aman. Jangan berdesakan, jangan kembali untuk mengambil barang, serta jangan memasuki kembali area yang telah dikosongkan sebelum dinyatakan aman. Informasi mengenai jumlah orang yang masih berada di dalam, lokasi terakhir korban terlihat, atau hambatan akses dapat sangat membantu petugas.
3. Penyelamatan di air
Keadaan darurat juga dapat terjadi di sungai, danau, kolam, genangan, atau perairan lainnya. Penyelamatan di air merupakan penanganan terhadap kejadian darurat di lingkungan perairan, dengan mempertimbangkan kemampuan personel dan sarana yang tersedia. Kondisi air dapat berubah dengan cepat. Arus, kedalaman, cuaca, jarak pandang, kondisi tepian, serta posisi korban merupakan beberapa hal yang perlu diperhitungkan.
Dalam kejadian orang yang mengalami keadaan darurat di air, petugas perlu menentukan cara pendekatan yang aman bagi korban dan tim penyelamat. Peralatan keselamatan dan sarana pendukung digunakan sesuai kebutuhan serta kondisi lokasi. Tidak semua kejadian dapat ditangani dengan cara yang sama; penanganan di sungai berarus tentu memiliki risiko yang berbeda dengan kejadian di kolam atau genangan.
Apa yang dapat dilakukan masyarakat? Segera laporkan kejadian, tunjukkan titik terakhir korban terlihat, dan berikan informasi tentang kondisi arus atau lingkungan bila diketahui. Jangan langsung melompat ke air jika tidak memiliki kemampuan berenang dan keterampilan penyelamatan. Penolong yang tidak terlatih dapat ikut terseret atau menjadi korban berikutnya. Jika tersedia benda bantu apung dan penggunaannya dapat dilakukan dari tempat aman, sampaikan kepada petugas atau gunakan hanya tanpa membahayakan diri.
Fira: “Jangan sampai niat menolong membuat Sahabat ikut berada dalam bahaya. Amankan diri, panggil bantuan, dan berikan informasi lokasi sejelas mungkin.”
4. Penanganan kondisi darurat
Ada pula keadaan darurat yang bukan kebakaran, tetapi tetap dapat mengancam keselamatan atau menghambat aktivitas masyarakat. Materi layanan Damkarmatan Kukar mencontohkan penanganan kondisi seperti pohon tumbang dan akses yang terhalang, sesuai kewenangan. Kejadian semacam ini dapat muncul akibat cuaca buruk, angin kencang, kondisi pohon yang rapuh, atau faktor lain.
Pohon tumbang dapat menutup jalan, menimpa bangunan, menghalangi akses warga, atau berisiko mengenai jaringan listrik. Sebelum penanganan dilakukan, kondisi sekitar perlu diperhatikan: apakah masih ada bagian pohon yang menggantung, apakah batang menimpa kabel, apakah ada bangunan yang tidak stabil, dan apakah area tersebut masih dilalui kendaraan atau pejalan kaki. Pemotongan atau pemindahan material harus dilakukan dengan memperhatikan risiko dan kewenangan pihak terkait.
Jika akses jalan terhalang, masyarakat sebaiknya tidak memaksakan kendaraan melewati lokasi. Hindari menyentuh kabel yang jatuh atau bagian pohon yang diduga bersentuhan dengan jaringan listrik. Beri tanda atau peringatan dari jarak aman bila memungkinkan, lalu laporkan lokasi dan kondisi kejadian. Untuk penanganan yang melibatkan jaringan listrik, fasilitas umum, atau kewenangan instansi lain, koordinasi dengan pihak terkait diperlukan.
Perlu dipahami bahwa tidak semua gangguan atau pekerjaan teknis otomatis menjadi kewenangan Damkarmatan. Jenis bantuan dan tindak lanjut akan disesuaikan dengan kondisi kejadian serta koordinasi lintas instansi.
5. Penyelamatan hewan
Hewan juga dapat mengalami keadaan darurat. Ada kalanya hewan terjebak di tempat yang sulit dijangkau, masuk ke area yang membahayakan dirinya, atau membutuhkan bantuan untuk keluar dari lokasi tertentu. Dalam situasi tertentu, masyarakat dapat meminta bantuan penanganan sesuai kondisi kejadian dan kemampuan petugas.
Penanganan hewan memerlukan kehati-hatian karena hewan yang ketakutan, terluka, atau merasa terancam dapat bereaksi secara tidak terduga. Jenis hewan, ukuran, perilaku, lokasi, dan risiko terhadap warga maupun petugas perlu diperhatikan. Penanganan hewan peliharaan yang terjebak tentu berbeda dengan satwa liar atau hewan yang berpotensi membahayakan.
Sahabat dapat membantu dengan menjaga jarak, mengurangi kerumunan dan suara bising, serta memberi informasi yang tepat tentang jenis hewan dan lokasinya. Jangan memukul, mengejar, memegang, atau mencoba menangkap hewan yang tidak dikenal. Untuk satwa liar atau hewan yang memerlukan penanganan khusus, koordinasi dengan instansi yang memiliki kewenangan dan keahlian terkait dapat diperlukan.
6. Edukasi dan pencegahan kebakaran
Layanan Damkarmatan tidak hanya hadir ketika keadaan darurat sudah terjadi. Edukasi dan pencegahan kebakaran merupakan bagian penting untuk membantu masyarakat mengenali potensi bahaya dan meningkatkan kesiapsiagaan. Pengetahuan yang diberikan sejak awal dapat membantu warga mengambil keputusan yang lebih aman, mengurangi risiko, dan mengetahui kapan harus meminta bantuan.
Edukasi dapat mencakup pengenalan penyebab dan potensi bahaya kebakaran, kebiasaan aman dalam menggunakan kompor dan peralatan listrik, cara menjaga bahan mudah terbakar, pengenalan jalur evakuasi, serta pemahaman kapan suatu keadaan sudah terlalu berbahaya untuk ditangani sendiri. Masyarakat juga perlu mengenali fungsi dan batas penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), termasuk pentingnya membaca petunjuk pada tabung dan mengikuti pelatihan praktik.
Kegiatan sosialisasi dan pelatihan dapat disesuaikan dengan kelompok peserta dan lingkungan masing-masing, misalnya sekolah, tempat kerja, komunitas, atau lingkungan permukiman. Melalui pembelajaran dan latihan, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga kesempatan memahami prosedur keselamatan, bertanya, dan mengenali tindakan yang perlu dilakukan ketika terjadi keadaan darurat.
Fira: “Jangan menunggu sampai terjadi kebakaran untuk belajar tentang keselamatan. Kenali potensi bahaya di sekitar kita, siapkan jalur evakuasi, dan pelajari cara meminta bantuan.”
Damkarmatan Kukar hadir melalui edukasi dan pelatihan
Salah satu contoh kegiatan edukasi dan pelatihan adalah kerja sama Damkarmatan dengan PT United Tractors Site Tenggarong dalam kegiatan Pelatihan Penanggulangan Kebakaran bagi siswa SMKN 3 Tenggarong melalui program SOBAT Tangguh. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 2 November 2026, di PT United Tractors Site Tenggarong.
Dalam kegiatan ini, Damkarmatan Tenggarong berkolaborasi untuk memberikan materi dasar penanggulangan kebakaran dan praktik pemadaman api. Peserta yang menjadi sasaran kegiatan adalah siswa SMKN 3 Tenggarong yang tergabung dalam Kelompok Siaga Bencana Sekolah melalui program SOBAT Tangguh. Materi dan praktik disiapkan agar peserta memperoleh pemahaman dasar sekaligus pengalaman mengenali langkah penanganan awal.
Pada sesi praktik, peserta diperkenalkan dengan penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan), kain basah, dan media pemadaman lainnya sebagaimana tercantum dalam informasi kegiatan. Praktik dilakukan sebagai bagian dari pembelajaran agar peserta memahami bahwa penanganan awal harus mempertimbangkan jenis kebakaran, media yang tepat, dan keselamatan diri. Penggunaan media pemadaman tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Jika api membesar, asap semakin tebal, jalur keluar terancam, atau peserta tidak yakin dapat menangani api dengan aman, prioritasnya adalah segera menjauh, melakukan evakuasi, dan meminta bantuan petugas.
Bagi Damkarmatan, kegiatan seperti ini merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran keselamatan di lingkungan pendidikan dan masyarakat. Sekolah merupakan tempat penting untuk menumbuhkan kebiasaan tanggap darurat sejak dini. Pengetahuan yang diperoleh siswa diharapkan dapat membantu mereka mengenali potensi bahaya, mengetahui jalur evakuasi, memahami penggunaan APAR sesuai petunjuk dan pelatihan, serta menyampaikan informasi dengan benar ketika terjadi keadaan darurat.
Kolaborasi dengan perusahaan dan lembaga pendidikan juga membuka ruang untuk menyebarkan budaya keselamatan ke lingkungan yang lebih luas. Materi pelatihan dapat disesuaikan dengan karakteristik lokasi, potensi bahaya, serta kebutuhan peserta. Dengan demikian, edukasi bukan hanya berupa penyampaian teori, tetapi juga membangun kesiapsiagaan melalui diskusi, pengenalan peralatan, dan praktik yang dilakukan dengan pengawasan instruktur.
Bara dan Fira: “Mari terus belajar dan meningkatkan kesiapsiagaan. Pengetahuan tentang keselamatan adalah bekal penting untuk melindungi diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita.”
Kapan Sahabat perlu menghubungi Damkarmatan?
Sahabat dapat meminta bantuan ketika menghadapi kebakaran atau keadaan darurat yang termasuk dalam ruang layanan dan kewenangan petugas. Saat melapor, sampaikan informasi dengan tenang dan sejelas mungkin:
Nama atau identitas pelapor dan nomor yang dapat dihubungi kembali.
Alamat lengkap, nama jalan, RT/kelurahan, patokan terdekat, atau titik lokasi kejadian.
Jenis kejadian, misalnya kebakaran bangunan, orang terjebak, keadaan darurat di air, pohon tumbang, atau hewan yang membutuhkan bantuan.
Informasi bahaya yang terlihat, seperti api, asap tebal, kabel listrik jatuh, akses tertutup, atau kondisi korban.
Jumlah korban atau orang yang diduga masih berada di lokasi, jika diketahui.
Setelah melapor, tetap berada di tempat aman dan pastikan telepon dapat dihubungi jika petugas membutuhkan keterangan tambahan. Jangan menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya dan jangan menghalangi proses penanganan.
Informasi layanan Damkarmatan Kukar
Kenali layanannya, ketahui kapan harus meminta bantuan!
Berhati-hati, Keluarga Selamat, Kukar Hebat!
