MUARA KAMAN – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Pos Sektor Kecamatan Muara Kaman kembali menunjukkan kesigapannya dalam menangani laporan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Desa Sabintulung, Gang Gaharu, Kecamatan Muara Kaman, Senin (21/09/2026).

Kejadian ini dilaporkan oleh Redkar Sabintulung kepada petugas pada pukul 16.56 WITA. Menindaklanjuti laporan tersebut, dua personel yang bertugas, yaitu Indra Wijaya Saputra dan M. Nur Hidayah, segera bergerak menuju lokasi kejadian menggunakan sepeda motor guna melakukan penanganan awal terhadap titik api yang muncul di kawasan tersebut.

Setibanya di lokasi, petugas bersama sejumlah pihak yang telah lebih dulu berada di lapangan langsung berupaya melakukan pemadaman. Penanganan ini turut melibatkan berbagai unsur, di antaranya PT SKL, Pelasama BTSL, Security Pelasama BTMU, Sekretaris Desa Sabintulung, Danramil (TNI), warga sekitar, serta Redkar Sabintulung sendiri sebagai pihak yang pertama kali menangani kejadian di lapangan.

Dalam proses pemadaman, tim tidak menggunakan unit kendaraan pemadam khusus, melainkan mengandalkan peralatan pemadam milik Redkar Sabintulung, warga, serta perusahaan setempat yang turut disumbangkan untuk mendukung penanganan di lokasi.

Proses pemadaman di lapangan tidak berjalan mudah. Petugas dan unsur yang terlibat menghadapi kendala signifikan terkait sumber air, di mana titik pengambilan air dari parit terdekat berjarak sekitar tiga kilometer dari lokasi titik api, sementara sumber air alternatif dari kolam milik warga berjarak sekitar 1,5 kilometer. Jarak yang cukup jauh ini membuat proses pengangkutan air menjadi salah satu tantangan utama selama penanganan berlangsung.

Berdasarkan laporan, luas area karhutla yang terdampak di Desa Sabintulung diperkirakan mencapai sekitar lima hektare. Meski menghadapi keterbatasan sumber air dan minimnya jumlah personel yang diberangkatkan, upaya pemadaman tetap dilanjutkan dengan mengandalkan kerja sama dan gotong royong antara Redkar, warga, serta pihak perusahaan yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Sinergi antara berbagai unsur ini menjadi kunci utama dalam upaya pengendalian api di tengah kondisi lapangan yang menantang, khususnya terkait jarak sumber air yang jauh dari titik kebakaran. Proses penanganan terus dilakukan hingga api dinyatakan selesai dipadamkan

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *