Tenggarong, 5 Oktober 2026 — Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan AM Alimudin Gang 1, RT 33, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (5/10/2026) sore. Besarnya kobaran api membuat proses pemadaman berlangsung cukup lama karena lokasi merupakan kawasan padat penduduk dengan sebagian besar bangunan rumah berbahan kayu. Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, beberapa warga dilaporkan mengalami sesak napas dan harus mendapatkan penanganan di rumah sakit. Berdasarkan laporan sementara Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kutai Kartanegara, api pertama kali diketahui muncul dari bagian dapur rumah kontrakan milik Tamino, yang dihuni oleh Nami, seorang penjual kue keliling. Saat kejadian, Nami diketahui sedang tidak berada di rumah. Warga yang berada di sekitar lokasi awalnya melihat kepulan asap tebal disertai kobaran api yang semakin membesar. Warga kemudian berupaya melakukan pemadaman secara mandiri, namun api dengan cepat menjalar sehingga sulit dikendalikan. Warga selanjutnya meminta bantuan kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kutai Kartanegara. Tim pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 17.20 WITA. Petugas langsung melakukan upaya pemadaman dengan mengerahkan unit dan peralatan yang tersedia. Proses pemadaman juga mendapat bantuan dari BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara, personel kepolisian, serta relawan pemadam kebakaran dari sejumlah wilayah di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Samarinda. Kondisi cuaca yang panas serta angin kencang turut menyebabkan api cepat membesar. Selain itu, kepadatan bangunan dan banyaknya rumah yang menggunakan material kayu membuat kobaran api semakin sulit dikendalikan. Setelah dilakukan upaya pemadaman selama kurang lebih tiga jam, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.00 WITA. Selanjutnya, petugas melaksanakan proses pendinginan hingga sekitar pukul 22.00 WITA untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan. Dalam penanganan kejadian tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kutai Kartanegara mengerahkan 10 unit pemadam kebakaran, sementara BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara mengerahkan 3 unit kendaraan. Penanganan juga melibatkan AWC Sat Samapta Polres Kutai Kartanegara serta sejumlah kendaraan relawan dari Tenggarong dan Kota Samarinda. Personel dari Mako Damkar Kutai Kartanegara yang terlibat berasal dari Pleton I, Pleton II (Piket), dan Pleton III. Sementara dari Pos Sektor Kecamatan Loa Kulu turut dikerahkan personel yang dipimpin oleh Untung selaku koordinator lapangan Serta 1 Unit dari pos loa Tebu. Selain petugas pemadam, sejumlah relawan dari berbagai wilayah turut membantu proses pemadaman dan pendinginan di lokasi kejadian. Kerugian materiil akibat kebakaran tersebut untuk sementara diperkirakan mencapai sekitar Rp10 miliar. Nilai tersebut masih bersifat sementara karena pendataan terhadap rumah dan harta benda milik warga yang terdampak masih dilakukan. Data sementara mencatat sedikitnya 47 nama pemilik atau penghuni rumah yang terdampak kebakaran. Namun, jumlah tersebut masih dapat bertambah karena sebagian warga yang menjadi korban belum memberikan keterangan secara lengkap kepada petugas. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Berdasarkan keterangan awal dan laporan sementara, terdapat dugaan korsleting arus listrik yang berasal dari rumah kontrakan milik Tamino yang dihuni oleh Nami. Namun, dugaan tersebut masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang. Barang bukti yang ditemukan di lokasi berupa puing-puing bangunan rumah yang telah terbakar. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kutai Kartanegara mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya di kawasan permukiman padat. Masyarakat juga diingatkan untuk memeriksa secara berkala instalasi listrik dan segera melaporkan apabila menemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
Laporan sementara ini bersumber dari Tim INAFIS Polres Kutai Kartanegara dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kutai Kartanegara.

