Tenggarong, 13 Oktober 2026 — Kebakaran melanda permukiman warga di Jalan Kartini, Gang Karya, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Selasa (13/10/2026) malam. Berdasarkan laporan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kutai Kartanegara, sebanyak 11 rumah terdampak dalam kejadian tersebut. Penanganan berlangsung hingga lewat tengah malam.
Dalam peristiwa ini, dua anak di bawah umur dilaporkan meninggal dunia, sementara satu orang lainnya mengalami luka bakar dan dibawa ke rumah sakit umum terdekat.
Berdasarkan keterangan seorang saksi kepada kepolisian, ia mengetahui kejadian setelah dibangunkan tetangga. Setibanya di lokasi, saksi melihat meteran listrik di salah satu rumah terbakar dan sempat mencoba memadamkannya dengan air dari ember. Pada saat yang sama, istri penghuni rumah tersebut berteriak meminta pertolongan karena kedua anaknya masih berada di dalam rumah. Sang ayah sempat berupaya mencari kedua anaknya, namun tidak berhasil dan keluar dalam kondisi terluka bakar. Tidak lama kemudian, api membesar dan merembet ke rumah-rumah di sekitarnya yang sebagian besar berbahan kayu.
Laporan kejadian disampaikan oleh masyarakat kepada petugas pada pukul 23.47 WITA. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Pleton 2 Mako Damkar Kukar dikerahkan ke lokasi kejadian. Personel Pleton 1 dan Pleton 3 turut diterjunkan sebagai dukungan tambahan (back up) untuk membantu penanganan di lapangan.
Unit yang dikerahkan dalam penanganan ini terdiri dari unit Jagau, unit Jaluk, unit Sembur, unit Mekes 2, unit Transformers, dan unit Sharelock, serta satu unit pickup yang dilengkapi mesin portable.
Proses pemadaman juga mendapat bantuan dari berbagai pihak. Dari unsur instansi, penanganan melibatkan TNI, Polri, Satpol PP, dan PLN. Sementara dari unsur relawan, terdapat relawan Damkar Kukar dan relawan dari Kota Samarinda yang ikut membantu petugas di lokasi kejadian.

Api dinyatakan sudah dapat dikendalikan pada pukul 01.33 WITA, Rabu (14/10/2026), kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan. Menurut keterangan kepolisian, setelah api padam dilakukan pencarian dan evakuasi terhadap kedua anak yang berada di dalam rumah. Pada pukul 03.28 WITA, keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Berdasarkan laporan petugas, api diduga berasal dari korsleting listrik di salah satu rumah warga, dan dugaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

