Simak penjelasan ini sampai habis, karena kamu akan tahu bahwa menjadi sopir pemadam kebakaran jauh lebih rumit dari yang kamu bayangkan. Banyak orang mengira, jadi pengemudi mobil pemadam kebakaran cukup bermodalkan SIM truk besar, tinggal injak pedal, nyetir sampai lokasi, lalu selesai. Padahal kenyataannya, itu hanya sebagian kecil dari tugas sesungguhnya.
Memang, syarat awal untuk jadi sopir damkar adalah punya SIM B1 atau SIM B2,tapi itu baru permulaan. Seorang calon sopir pemadam kebakaran wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan khusus (diklat), dan prosesnya tidak main-main. Waktunya cukup panjang dan penuh tantangan sebelum mereka diizinkan memegang setir secara resmi. Selama diklat, para calon pengemudi tidak hanya belajar safety driving, tapi juga:
- Cara mengoperasikan pompa air dalam kondisi darurat
- Teknik mengemudi cepat di medan berbahaya secara aman
- Kemampuan respon cepat dalam situasi penuh tekanan
Ingat, mereka bukan sopir biasa. Mereka mengemudikan kendaraan besar dan berat, yang berisi air berkapasitas tinggi, sambil berpacu dengan waktu menuju lokasi kebakaran. Di saat orang-orang lain panik, mereka harus tetap fokus dan tenang. Sekarang kamu tahu jadi sopir damkar itu bukan cuma soal bisa nyetir kendaraan (Truk). Tapi soal tanggung jawab besar-menyelamatkan nyawa dan menghadapi bahaya. Salut dan hormat setinggi-tingginya untuk para sopir damkar di seluruh Indonesia. Kalian luar biasa!
Penulis : Akbar

